Postingan Kelar KKN - PPL

*bersihin debu di dashboard blog*

*kretekin jari sebelom nulis*


Hai...

Lama banget kayaknya gue nggak nulis postingan. Mungkin udah hampir 2 bulan lebih gue nggak nyentuh blog sama sekali. Bahkan postingan terakhir gue kayaknya sebelom bulan puasa kemaren. Nah, berhubung bulan oktober juga udah hampir habis, kayaknya gue bener-bener harus buruan posting tulisan baru di blog ini. 

Kesibukan gue beberapa bulan belakangan ini mengharuskan gue buat mengesampingkan waktu nulis di blog ini. Dulu, sesibuk apapun kerjaan kuliah, gue pasti ada waktu buat sekedar ngepost draft postingan. Tapi beberapa bulan belakangan ini, sama sekali nggak sempet. Beberapa dari kalian mungkin tau gue sibuk ngapain sampai nggak sempet nulis dan ngeblog lagi. Yap, kesibukan KKN-PPL gue membuat rutinitas ngeblog jadi vakum. Setidaknya hampir 3 bulan ini gue nggak ngeblog lagi. 

Kegiatan KKN-PPL gue emang udah kelar sekitar sebulan yang lalu. Tapi itu pun bukan berarti gue jadi ada banyak waktu buat nyantai. Gue mulai disibukkan dengan laporan KKN-PPL setelah semua kegiatan itu usai. Sekitar 2 minggu gue nglembur laporan, lanjut ke kesibukan selanjutnya: ngejar materi kuliah.

Beberapa dari kelas mata kuliah yang gue ikutin udah mulai masuk dan setidaknya, gue udah ketinggalan 2-3 kali pertemuan. Tapi nggak masalah, dosen juga udah ngerti kalo masih banyak mahasiswa yang sibuk ngurus laporan habis penarikan KKN dan PPL. Cuman masalahnya, ada beberapa mata kuliah yang gue ulang, dan terpaksa harus berkelit banyak alesan kenapa gue baru bisa dateng dan ikutan kuliah. Selain itu, masih banyak lagi commision artwork yang pending belom gue kerjain. So, gue harus bagi waktu dengan baik buat menyelesaikan semua pekerjaan itu. 

Oke. Stop dulu ngomongin soal hal-hal sistematis soal KKN sama PPL. Mending sekarang gue cerita soal keseruan di dalamnya.

Ngomongin soal KKN, nggak banyak yang pengen gue ceritain. Beberapa hal di dalamnya bisa dibilang membosankan. Karena pada dasarnya, gue dapet lokasi KKN yang deket dari rumah dan tempat gue sekolah dulu. Di sana gue juga ketemunya orang-orang kayak di lokasi gue tinggal. Sama aja. Kegiatan KKN juga seperti yang kalian pernah tau pastinya. Kita bantuin warga buat bikin acara-acara tertentu seperti lomba 17an, tirakatan, program desa, remaja masjid, dan karangtaruna. Memberdayakan mereka guna memajukan desanya, dan juga berbagi ilmu sama mereka sebagai salah satu cara mengaplikasi ilmu yang kami dapet waktu kuliah.

Ketiga partner gue, dari kanan: Gue sendiri (Pend. Seni Rupa), Fajrian (Pend. Seni Musik), Ichwan (Pend. Bahasa Jawa), dan Yasin (Pend. Seni Rupa). Sorry, pose kami memang menyebalkan.
Berbeda dengan kegiatan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan). Setelah berebut lokasi sekolah melalui web kampus, alhamdulillah gue dapet lokasi seperti yang gue rencanakan sebelumnya. Gue dapet lokasi di SMP Negri 1 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Lokasinya udah nggak asing lagi karena hanya terbatas sebuah jalan aspal kecil dari SMA gue dulu. Beberapa dari guru dan staf, bahkan Kepala Sekolahnya juga udah bukan orang asing lagi buat gue. Ini jadi keuntungan tersendiri. Dan hal ini jelas suatu moment di mana skill gue menjadi seorang tenanga pendidik bener-bener diuji secara nyata. Ya, kami para mahasiswa PPL dituntut menghadapi kenyataan dalam proses belajar-mengajar yang sebenernya. Gue pernah cerita juga kalo di semester sebelumnya, semester 6, ada materi kuliah micro teaching. Dalam mata kuliah tersebut, kami para mahasiswa kependidikan belajar buat simulasi mengajar di kelas. Temen-temen 1 kelompok berperan jadi murid, sedangkan dosen berperan sebagai komentator sekaligus orang yang menilai cara mengajar kami dalam menyampaikan materi.


Tapi, ternyata kenyataan di lapangan jauh berbeda dengan apa yang pernah gue perankan sebelumnya...


Saat pertama kali masuk ke sekolah, kami langsung menjalankan program awal kami berupa pendampingan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Ini adalah moment bagi kamu buat pendekatan awal dengan beberapa komponen dari sekolah. Dengan beberapa guru, kepala sekolah, dan khususnya siswa yang tergabung dalam OSIS. Dan hal itu berlanjut hingga proses pendampingan daftar ulang siswa, serta kegiatan MOS. Kami ikut di dalamnya.

Waktu itu bener-bener capek. Kami masih cukup "malas" buat mengikuti segala kegiatan PPL ini. Apalagi waktu itu masih awal bulan puasa. Seharian bekerja, bantuin guru dan OSIS buat ngerjain ini itu, mendampingi mereka, beuuh... sungguh hal yang membosankan. Ditambah kami yang sedang menahan lapar dan dahaga ini. Bulan puasa kali ini bener-bener ujian buat kami.

Sampai moment itu tiba, moment di mana kegiatan belajar mengajar di mulai.

Kegiatan awal di mulai dengan perkenalan dengan siswa. Dalam hal ini, gue sama temen satu jurusan di Pend. Seni Rupa, Yasin, harus berbagi kelas. Sekolah SMP Negeri 1 Wates mempunyai 2 guru Seni Rupa. Beliau adalah Bapak Usman dan Ibu Nastiti. Kami terpaksa melakukan undian buat milih guru pendamping. Awalnya gue sama Yasin berdebat soal guru pendamping mana yang lebih mudah. Antara Pak Usman yang orangnya santai kayak di pantai, atau Bu Nastiti yang terkadang kaku dan kurang tegas dalam mengambil keputusan. Ditambah setelah kami dengar pengalaman kakak tingkat kami sebelumnya yang mendapat guru pendamping Bu Nastiti, katanya beliau hanya mengajar 2 kali dalam seminggu. Sesuatu yang menggiurkan bagi pemalas macam kami.

Akhirnya undian pun dimulai, dan gue dapet guru pendamping Bu Nastiti. Yap, gue kira ini bakalan mudah. Tapi ternyata kenyataan pada awalnya terasa pahit. Jadwal Bapak Usman selaku guru pendamping Yasin, justru hanya mengajar 2 hari dalam seminggu dan hanya mengampu 3 kelas, itu pun hanya kelas 7 aja. Sedangkan Bu Nastiti ternyata full mengajar kecuali hari kamis dan jumat. Mengajar 6 kelas yang terdiri dari 3 kelas 7, dan 3 kelas 8. Ditambah lagi, SMP Negri 1 Wates punya 2 gedung sekolah, ditambah kelas 7 dan kelas 8 itu beda lokasi gedungnya. Sesaat, hal itu membuat gue menghela nafas dan sedikit mengeluh dalam hati sambil mengelap tetesan keringat di ujung hidung yang hampir menetes ke mulut dan membatalkan puasa gue. *halaaah*


Jujur, awalnya gue ngerasa keberatan dan merasa ini semua nggak adil. 

Tapi gue tepis semua pikiran bodoh semacam itu. Gue mulai intropeksi diri dan mulai mengambil sisi positif dari semua itu. Gue mulai berpikir bahwa ini adalah pengalaman sekali seumur hidup, dan moment ini nggak boleh gue sia-siain gitu aja. Ditambah temen gue, si Ichwan, dia juga bernasib sama dengan gue. Dapet kelas mengajar yang sama banyaknya. Setidaknya gue sama dia cuman selisih 4 jam pelajaran. Total gue dapet 18 jam mengajar dalam seminggu, sedangkan dia sekitar 22 jam dalam seminggu. Sebuah keuntungan tersendiri buat kami, karena kami nggak bakalan kekurangan jam mengajar saat nanti harus bikin laporan. Karena asal kalian tahu, saat PPL semacam ini, jam mengajar kita dihitung dan ada standar minimalnya. Yakni sekitar 250 jam dalam kurun waktu sekitar kurang lebih 2 bulan efektif mengajar.


*****

Kegiatan belajar mengajar pun dimulai. Diawali dengan proses observasi di kelas dan perkenalan. Observasi di sini adalah suatu kegiatan di mana gue hanya duduk di belakang kelas, dan memperhatikan guru pendamping gue membuka kegiatan belajar mengajar untuk pertama kalinya dalam semester baru. Kegiatan ini diakhiri dengan proses perkenalan dari gue yang mulai minggu berikutnya akan mengajar kelas itu. Observasi pertama berjalan cukup sukses. 

Setidaknya hampir setiap selesai observasi di kelas, gue bikin coret-coretan kayak gini. 
Yap, gue males nulis panjang lebar kayak temen-temen PPL lainnya, terutama yang cewek. Mereka nulis catetan memo kayak nulis cerpen. Dan gue.... cuman sesimpel ini tapi lebih mudah buat gue inget dan pahami. 


*kibas-kibas poni*

*baru sadar ternyata nggak punya poni*

*nggak jadi kibas-kibas poni*

Halaaah.....


Setelah selesai observasi dalam 2 minggu pertama, akhirnya gue mulai mengajar beneran di minggu berikutnya. Awal mengajar cukup grogi sebenernya. Ditambah dengan ketentuan bahwa mahasiswa PPL harus pake seragam formal macam pegawai baru Pom Bensin gitu. Atasan putih, celana kain item, dan sepatu item ala guru-guru beneran. Itu nyebelin banget. Tapi berhubung udah jadi aturan baku, ya gimana pun tetep harus gitu.

Awal mengajar di kelas dimulai dengan ngobrol-ngobrol ringan soal materi yang bakalan dipelajarin nantinya. Dari sini gue mulai sadar betapa susahnya jadi guru di kelas. Kadang kalo ketemu kelas yang anak-anaknya pendiem, ya sepi banget. Kadang kalo ketemu kelas yang rame, berisiknya minta ampun. Kesabaran gue mulai diuji saat itu juga. Dalam sisi tertentu gue mikir, kadang bercandaan mereka nggak mutu, bahkan nggak lucu. Tapi kadang juga kebangetan, dan kalo bisa ditonjok.... udah gue tonjok satu-satu muka para iblis kecil itu. Bedebah.

Setidaknya gue nggak munafik pernah berpikiran semacam itu. Tapi gue juga harus jaga sikap. Gue harus bisa meng-handle mereka semua. Setelah mengajar, biasanya gue balik ke basecamp di sekolah buat kumpul sama temen-temen yang lain. Kita emang udah disediakan sebuah ruangan khusus kayak kantor gitu buat ngumpul. Dan di sana, biasanya kami menyempatkan diri buat sedikit santai sambil istirahat dan mengisi jadwal jam kosong kami dalam mengajar dengan melakukan hal-hal tertentu. Misalnya gini:

Main Clash of Clans dengan modal gratisan wifi. Btw, ini foto 3 bulan lalu, sekarang gue udah level 52. Haha
Selain itu, tiap malem gue selalu diskusi sama temen-temen gue lainnya. Terutama ketiga partner gue tadi. Kebetulan kami tinggal di kontrakan yang sama selama kegiatan KKN dan PPL berlangsung. Jadi kami punya banyak waktu buat ngobrol bareng. Ngomongin soal kejadian-kejadian lucu sampai menyebalkan di kelas saat kami mengajar. Dari situlah, kami mulai bisa tau gimana cara mengatasi mereka. Untuk siswa kelas 7 memang masih sulit. Mereka masih cukup polos buat ngerti soal kedisiplinan di kelas, tapi setidaknya mereka tidak sefrontal kakak kelas mereka saat bercanda di kelas. Sedangkan untung kelas 8, beuuh.... beberapa dari mereka udah cukup berkembang pemikirannya. Berkembang yang gue maksud adalah mereka udah lebih gampang buat paham istilah-istilah tertentu. Misalnya saat mereka bercanda, dan gue bilang mereka "ambigu", mereka udah paham. Kalo kelas 7 mah balik nanya. "Mas, ambigu tuh apaan?" Yaelah kerjaan lagi deh buat jelasin sama mereka. 

Gue jadi mulai sadar bahwa sebenernya berbagai macam teori yang gue dapet di kampus, nggak begitu bermanfaat saat mengajar seperti ini. Di kampus, kita diajarin berbagai macam metode belajar mengajar, dan di kelas.... metode itu hampir sama sekali nggak berguna. Ya, gue sadar kalo yang namanya teori, terkadang hanyalah teori belaka. Praktek di lapangan nggak selalu bisa berpaku pada teori. Misalnya dalam mengajarkan materi di kelas. Kita harusnya bisa disiplin dan jaga wibawa kita, tapi nggak semudah itu. Saat siswa terlalu diberikan sikap disiplin saat belajar dan dalam menerima materi, itu bakalan ngebosenin banget. Beberapa dari mereka akan terlihat mulai nggak antusias dalam belajar. 

Berbeda saat kita ajak mereka belajar dengan lebih santai, kadang bercanda, dan memposisikan diri kita sebagai teman mereka sendiri. Itu emang kesannya menurunkan sikap wibawa kita. Tapi lebih dari itu, banyak hal yang bisa kita dapet sebenernya. Siswa jadi lebih akrab sama kita, mereka mau berinteraksi lebih degan kita. Memposisikan diri kami sebagai kakak mereka yang punya pengalaman lebih dalam bidangnya. 

Gue sama temen-temen PPL cowok lainnya, punya pemikiran yang sama dalam mengajar. Kami juga tau gimana rasanya kalo ketemu sama guru yang terlalu monoton dan datar saat mengajar di kelas. Ngebosenin banget. Lagipula di sisi lain juga, kami punya kunci dalam mengajar yang sebenarnya ketika mereka mulai susah buat dikontrol. Kuncinya adalah "nilai". Ya, saat siswa terlalu susah buat diperingatkan, saat itulah kata-kata mutiara kami muncul: "kalo kalian nggak nurut, nilai kalian terancam jelek lho dek..."


*seketika kelas mendadak hening*


Itulah yang membawa kami memilih cara buat lebih santai dalam mengajar mereka. Bahkan kadang kami suka terbawa suasana bercandaan yang berlebihan di dalam kelas. Gue sama temen-temen lainnya emang sepakat bahwa nggak pengen terlalu spaneng dalam mengajar. Toh pada akhirnya siswa bakalan ngerti dan sadar tentang keahlian kami masing-masing. Segila apapun kami dalam mengajar, pada akhirnya mereka tau kalo "kakak yang ini ternyata jago juga main alat musik, kakak yang ini jago juga bikin gambar, kakak yang ini jago juga ngomong pake bahasa jawa, kakak yang ini ternyata suka olahraga ini, suka olahraga itu dan sebagainya...." 


Semua memang butuh waktunya buat memahami satu sama lain, kan? 


Gue sadar itu semua. Makin ke sini, gue makin tau kepribadian masing temen-temen gue. Dari yang cewek sampai yang cowok. Semuanya gue mulai pahamin. Segala perbedaan yang awalnya bikin kami saling iri satu sama lain. Apalagi secara basic, kebanyakan dari kami berasal dari fakultas yang sama. Fakultas Bahasa dan Seni UNY. Dalam PPL kali ini emang cuman ada 2 fakultas yang cukup jauh beda karakter mahasiswanya, yaitu dari FBS dan dari FMIPA.

Mahasiswa FBS terkenal dengan mahasiswanya yang aktif dalam kegiatan hiburan, sedangkan FMIPA hampir tidak pernah ada kegiatan hiburan di fakultasnya. Ini jelas bakalan jadi faktor pembeda kami dalam bergaul dalam 1 kelompok. Memang awalnya banyak masalah yang muncul dari kami semua, basic kami dari FBS yang memang lebih santai, dan mereka dari FMIPA yang malah tertekan dengan sikap kami yang nyantai ini. Kami dinilai kurang serius. Tapi itu awalnya aja. Makin ke sini, semua dari kami mulai bersikap lebih dewasa dan mengerti satu sama lain. Gue juga jadiin semua pengalaman ini sebagai sesuatu yang kelak bakalan bermanfaat ketika (misalnya) gue beneran milih buat jadi guru.

Alhamdulillah, semuanya berakhir lancar. :))


Nah, itulah sebagian keseruan dari kegiatan KKN dan PPL gue di sekolah. Masih ada banyak lagi sebenernya, tapi mungkin gue nggak bisa nulis semuanya. Karna tekadang, foto bisa berkata lebih dari sebuah tulisan. Makanya di bawah ini ada beberapa foto dokumentasinya:















That's all. Meskipun ada beberapa foto yang belom sempet gue upload juga sebenernya. Tapi gue rasa semua foto ini bisa mewakili semua keseruan yang ada di dalamnya. Keseruan yang kelak bakal jadi cerita menarik buat diceritakan di masa depan. Ibarat lagu, di akhir tulisan ini gue nulis sambil dengerin lagunya Sheila on 7 yang judulnya "Sebuah Kisah Klasik". Moment-able banget! Hehehe.

Begitulah yang bisa gue tulis. Makasih banget buat yang nggak bosen-bosen buat baca dari awal sampai akhir. Tulisannya emang panjang banget. Bahkan ini gue rasanya nggak cukup buat nyeritain semua keseruannya. Tapi biarlah, setidaknya itu jadi ingatan tersendiri nantinya.

Makasih juga buat segenap temen-temen KKN dan PPL. Buat Yasin, Fafa, Ichwan, Septi, Yeni, Rila, Revi, Erni, Mufti, Diana, dan Eni, yang udah berbagi waktu dan pengalaman kerja bareng. Khususnya buat Yasin, Fafa, sama Septi yang seminggu full nemenin nglembur laporan sama bolak balik sekolah bareng. Kalian semua keren!

Buat adek-adek yang baca, makasih ya buat waktunya. Makasih juga buat semua pengalaman belajar bareng selama 2 bulan lebih kemaren. Semoga semua yang kakak sampaikan bermanfaat. Jangan lupa pesen kakak, ya!

Thank you~ :))

38 KOMENTAR

ahhhh~ gue juga jadi kangen masa kkn gue.. menyenangkan banget dan biasanya banyak yang cinlok yaa ahahaha

Reply

wah ! jadi pengen cepet-cepet KKN + PPL juga nih, kayanya seru. gue baru semester 3 :( sedih banget #lahmalahcurhat

Reply

anjrit seru bgt masa KKN nya, waktu gw KKN sangat membosankan :(

Reply

Wah iya udah lama banget gak liat mosting lagi. Kayaknya KKN-PPLnya seru yaa. Itu terbukti udah cinlok sama anak sana, di foto yang ke-4 bareng anak2, ada yang terlihat begitu mesra :D

Reply

Wih seruu nih Mas!! BTW jurusan pend Seni rupa itu gimana, Mas? hehe

Reply

bang, lo keliatan ganteng difoto. wkkw
tulisan lo sama kayak biasanya, keren!

Reply

Wah kemana aja si abang satu ini, klo di kampus gue istilahnya KKM dan PKN tuh abis ini pasti lo bakal jarang buka Blog lagi, soalnya udah mulai Skripsi

Reply

Keren banget, itu ga seru kah ? terus artinya foto-foto itu apa ?
Btw itu ada yang cantik salamin dong haha

Reply

Gue masih dalam tahap semester dimana gue lagi nyusun proposal skripsi sama bikin judul yang pas kok. :))

Reply

Gue emang ganteng dari sononya, Nop. Hahaha makasih :))

Reply

Gimana apanya? Emm... coba baca postingan gue soal jurusan. Ada kok :D

Reply

Syeeem. Itu mah anak cowok iseng aja. Malah baru sadar -___- hahaha

Reply

KKN gue juga ngebosenin. Yang seru PPL-nya hehe

Reply

Sabar. Nggak seenak yang bisa dibayangin juga lho sebenernya. :)

Reply

Beuuh... untung gue nggak~

Reply

Mau dong PPLnya Mas Shakti ~ Kenapa harus diomelin pake kata-kata mutiara kayak gituhhhh? Aku selalu sebal soalnya kalau guru membahas nilai :") Eak.

Reply

Akhirnya jadi PPL juga lo. Eh, btw jarang banget ada guru PPL yang ngajak selfie muridnya :D

Reply

Selamat ya bro.
Akhirnya kelar juga :))

Reply

Itu inofasi baru dalam sebuah dokumentasi :p

Reply

Yaleah, Sops, bentar lagi juga situ lulus sekolah~ Nilaimu jelek terus sih :p

Reply

Da Guru yg masih Cewe Nggak Sob, Biasanya tu da cinlok :)

Ane juga Guru di Papua, Anak" nya lebih super Nakal,
Tapi ya bagaimana kita menyikapinya" Karena Guru ntu Maha Tau Cara, Setelah TUHAN :)

Reply

cocok jadi menteri pendidikan tahun 2030 :D

Reply

jadi inget cerita KKN setahun yang lalu :D
Biasanya kalau hidup sebulanan bareng temen KKN pasti bakal keliatan aslinya temen2 disana, dan bisa jadi sahab deket gitu :))

Reply

mas, GGS? guru-guru siamang? heheheh :D

Reply

wah jadi inget guru-guru ppl yang ngajar gue waktu smk dulu, emang yang asik sih yang ngajarnya santai dan to the point. Sepertinya kalian juga guru ppl yg asik ya :D
btw, pose waktu difoto harus ngeselin gitu ya? hahaha..
ada satu foto (yg bareng murid) yg ambigu ...

Reply

Yoi, akrab lewat proses kerja bareng :))

Reply

Iya, harusnya gitu emang. Ah, itu mah halusinasi aja~

Reply

Siamang ndasma.. :))
Ganteng Ganteng Seniman :p

Reply

Numpang lewat ya gan :)

http://idr-poker.blogspot.com/

http://beritaolahraga108.blogspot.com/

http://lihatberitaakurat.blogspot.com/

http://liatberitabola.blogspot.com/

http://beritaolahraga1081.blogspot.com/

http://infobolakakiterbaru.blogspot.com/

http://beritasportsterpercaya.blogspot.com/

http://seputarberitabola108.blogspot.com/

http://beritaterbaruseputarolahraga.blogspot.com/

http://agen-bola-sbobet-jagad303.blogspot.com/

Reply

ciee pak guru. kelas aku kapan diajar pak?

Reply

Kunjungin blog aku juga dong kakak, hehe..

Ini link blognya kaka: http://fadillahabdi.blogspot.com/

Thanks ya~~~

Reply

Suk mben yen kober ya, Fer. :v

Reply

KOK GUE CEKIKIKAN, SIH? WAKAKAKAKAK!

Reply

Artikel yang sangat menarik :D

http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ |
http://informasiberitatop.blogspot.com | http://www.layardewasa.top | http://http://pkcinema.com | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1sUU8dl | http://bit.ly/1ZIdBJv | http://bit.ly/1YjeNnK | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1UobCKp | http://bit.ly/1S0ZSYr | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1UL7Ia5 | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1YjeNnK |

Reply

Post a Comment

Terimakasih telah berbagi apresiasi dengan menulis komentar dalam postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Ingat, you are what you write. So, jangan spaming dengan berkomentar tanpa membaca terlebih dahulu.