Sedekah Gembel Indomart

Kisah ini bener-bener konyol dan sungguh-sungguh terjadi.

Kemaren sore pas pulang latian basket dari jam 12 sampe jam 2 siang, gue sama temen-temen basket gue lainnya bergegas pulang karena cuaca yg mulai mendung. Dalam perjalanan, beberapa dari kami berencana untuk mencari tempat makan terlebih dahulu sedangkan beberapa lainnya termasuk temen sekaligus adek kelas gue, Anang, dia berencana untuk langsung pulang karena gak punya duit buat makan.

Dalam perjalanan pulang kami mampir di Indomart. Sembari membeli minuman dingin tiba-tiba hujan pun turun. Makin lama makin deras. Gue, Edo, Merari sama anak-anak kelas 2 yang lain memilih buat tinggal sejenak sambil nunggu hujan sedikit reda karena gak semua dari kami yang membawa mantol.

Banyak hal bodoh yangg kami lakukan di depan Indomart utara perempatan Wirobrajan tersebut. Dari mulai saling membully teman lain, bermain korek api, ngemil, dan minum es dingin. Ada juga hal konyol lain seperti ngecengin pegawai seksi Indomart dari luar seperti orang idiot. Nggak cuma itu, setelah melihat ada kamera CCTV pun kami malah nampang eksis layaknya orang awam belum kenal sama teknologi gituan. Noraknya emang parah waktu itu.

Beberapa menit hingga hampir sejam lebih kami menunggu hujan, kami sempat punya rencana untuk mencari rumah berteduh di sekitar sana. Soalnya ada adek kelas gue, Agung, yang punya saudara deket daerah situ. Tapi lagi-lagi rencana itu batal dan kami mengurungkan niat kami buat ke sana. Gue sama temen-temen yang lain, kembali lagi duduk beralaskan kardus di depan Indomart layaknya gembel, seperti sedia kala.

Sampai suatu ketika ada mobil mewah datang, kalo nggak salah plat nomernya AB1940N. Dari dalem mobil, keluarlah seorang tante ditemani supirnya dengan membawa payung. Saat hendak masuk kami sempat ribut satu sama lain karena kami menghalangi jalan masuk. Sampai secara spontan kami saling caci maki membully Anang yang kondisinya memprihatinkan di dekat pintu. Anang pun sempat ikutan bercanda dengan menengadahkan tangan pada tante yang mau masuk tadi dan ditangapi tante tadi dengan tawa.

Singkat cerita, kami pun meneruskan kekonyolan kami di luar sambil menunggu hujan. Sempat terpikir dibenak salah satu teman kami bahwa bisa saja nanti tante-tante tadi keluar bawa makanan banyak buat kami.

Tak terbayangkan oleh kami saat itu. Baru saja kami diam, ternyata Tuhan mendengarkan doa kami! 

Tante itu keluar dan memberikan uang ke tangan Anang sambil berkata, "dibagi sama temen-temen, ya! Tapi inget, jangan buat beli rokok, lho." ucap Tante tadi sambil berlalu masuk ke mobil dan pergi meninggalkan kami dengan diiringi suara klakson mobilnya.

Suasana pun pecah. Ramai dan riuh kami berebut sambil mengucap terimakasih pada Tuhan, yang menurunkan malaikat berwujud tante-tante yang sudah cukup tua itu. Sempet gue liat itu duit warna biru. Kirain 50 ribu, ternyata 250 ribu, men. Banyak banget!

Dengan berbondong-bondong kami masuk ke Indomart memilih makanan dan minuman. Pegawai Indomart yang sedang berjaga hanya bisa melongo sambil menahan tawa karena tau kejadian di luar sana tadi. Tapi akhirnya kami nggak jadi membelinya, karena Merari, pelatih kami, menyarankan pada kami untuk menggunakan uang tersebut buat makan bersama.

Barang-barang kami kembalikan dan keluar dari toko karena kamu nggak jadi beli apapun waktu itu. Suasana para pegawai dan para penjual kue di depan toko pun terlihat heran dengan muka-muka bodoh mereka, "Betapa beruntungnya mereka..." mungkin itulah yang sempat terpikir di benak mereka.

Nggak lupa juga saat itu kami narsis lagi di depan CCTV Indomart kala itu sebagai wujud luapan kebahagiaan kami. Betapa beruntungnya kami sore itu. Akhirnya kami pun nekat pulang dimana beberapa dari kami rela terguyur hujan badai yang cetar membahanan sejauh mata memandang, termasuk gue sendiri.

Sampailah kami di sebuah warung mie ayam daerah Sentolo, Kulon Progo. Mie ayam di tempat ini emang udah terkenal rasanya yang cukup enak. Pesta makan-makan pun dimulai. Motor kami memenuhi warung dan dengan sedikit basah kuyup, kami melepas canda tawa di dalam warung tersebu. Alhasil, dana 250ribu dibagi untuk makan bersama dan 50ribu mutlak dikasih buat Anang sebagai penadah uang tante-tante itu untuk pertama kalinya tadi. Tak disangka, tampang-tampang polos kami berubah membabibuta saat makan.

Total dari acara makan sore kemaren habis 12 mie ayam (1 orang gak suka mi ayam), 21 minuman, dan sekitar 8 bungkus kerupuk. Betapa cerianya sore kemarin. Kami para gembel ini kenyang oleh sedekah seorang "Tante" yang berhati malaikat. Sambil tertawa bangga, gue ingat perkataan Anang yang orangnya emang cupu, tapi cabul itu. Dia berkata "AKU CINTA TANTE-TANTEE! HAHAHA!" ucapnya sambil tertawa bangga. Otomatis, gue sama temen-temen yang lain jadi ikutan ngakak sambil guling-gulingan di meja makan mendengarnya. Parah banget waktu itu. Bener-bener puas makan dan ketawa.

Sungguh pengalaman unik gue bareng temen-temen. Sungguh-sungguh terjadi pokoknya. Mungkin minggu depan bisa kita coba lagi, ya, gaes? Hahaha.

2 KOMENTAR

tetep ngakak nek iki hahaha

Reply

ojo meneh aku sek nglakoni haha

Reply

Post a Comment

Terimakasih telah berbagi apresiasi dengan menulis komentar dalam postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Ingat, you are what you write. So, jangan spaming dengan berkomentar tanpa membaca terlebih dahulu.