Art as Therapy

Haloo readers, pagi tadi habis kuliah jam pertama, gue dapet beberapa topik pembicaraan baru. sesuai sama judulnya, Art as Therapy, atau biasa disebut terapi melalui perupaan karya. dalam kuliah gue tadi, sebenernya mata kuliahnya teori, tapi kali ini terdapat beberapa praktek yg kami lakukan. diawali dengan dinyalakannya tape dengan instrumen musik dari Mozart. duhh...pagi-pagi masih ngantuk malah disetelin musik gituan. walaupun gue berangkatnya telat, tapi alhamdulillah gue masih belum ketinggalan acaranya. dosen kami, Pak Hajar Pamadhi, memulai acaranya. setiap mahasiswa dan mahasiswi dalam kelas disuruh untuk memejamkan mata dan melakukan meditasi sebagai penenangan. setelah musik terdengar, banyak dari kami yg memulai fokus dan menikmati setiap alunan nada dari musik tersebut. ekspresi gerak tubuh pun mulai nampak, dari mulai bergumam, menari, bergoyang (tapi gak lebay), bahkan beberapa dari kami berguling-guling di lantai, dan ada juga yg malah.....tiduur -,-"

setelah musik beberapa menit diputar, mulai beberapa dari kami beranjak dari tempat lesehan untuk mulai mengambil alat gambar dan mulai mencurahkan perasaan kami kedalam setiap goresan dan warna. sempet gue liat juga ada temen gue yg sampek extrim ala pelukis-pelukis ghoib yg biasa ditutup matanya pas nglukis (kayak diacara pemburu hantu gitu). sebut aja dia "Acil" (nama samaran yg dianggap gaul hehe), dengan mata terpejam dia merangkak, mengambil secarik kertas ukuran A4 dan mulai meraba cat warnanya. dalam mata terpejam dia mulai berkarya yg pada dasarnya kalo di liat pake mata telanjang, hasilnya abstrak. tapi kata Pak Hajar emang gitu, "harus merasakan dan melepaskan rasa itu. ketika rasa itu mulai lenyap, kembali tenangkan pikiran dan dengarkan alunan nadanya, apa yg kamu rasakaan....tuangkanlah..", begitulah cara kerja dalam ilmu estetika. sedangkan gue sendiri berusaha-berpikir-sangat-keras, tapi....ahh rumit. pikiran gue susah buat fokus karena masih ngantuk+laper. tapi dengan sedikit konsentrasi, akhirnya jadi juga nih gambar gak jelas gue hhe.

bener-bener abstrak! hahaha
nah berkaitan dengan itu, sebenernya memang ada ilmunya. usut ketemu usut dari "Eyang Google", gue dapet informasi dari wikipedia yg udah gue translate ke bahasa indonesia sebagai berikut:

"Seni terapi adalah bentuk psikoterapi yang menggunakan media seni sebagai modus utama komunikasi. Hal ini dilakukan oleh berkualitas, Therapist Seni terdaftar yang bekerja dengan anak-anak, orang muda, orang dewasa dan orang tua. Klien yang dapat menggunakan terapi seni mungkin memiliki berbagai kesulitan, cacat atau diagnosa. Ini termasuk, misalnya, emosional, masalah kesehatan perilaku atau mental, belajar atau cacat fisik, membatasi hidup kondisi, otak-cedera atau kondisi neurologis dan penyakit fisik. Terapi seni dapat diberikan untuk kelompok, atau untuk individu, tergantung pada kebutuhan klien. Ini bukan merupakan aktivitas rekreasi atau pelajaran seni, meskipun sesi bisa menyenangkan. Klien tidak perlu memiliki pengalaman sebelumnya atau keahlian dalam seni."

setelah gue baca kok rasanya gimana gitu yaa? berasa jadi orang gangguan jiwa tadi digituin hehe. tapi sebenarnya gak gitu kok. hal ini tetap bisa dilakukan secara universal oleh siapapun yg mau mencoba atau memang merasa butuh. kalian galau? gak usah beli obat nyamuk atau nyari tali tambang buat bunuh diri. cukup ambil alat tulis, meditasi secukupnya, lalu lampiaskan perasaan itu lewat goresan yg bener-bener "original" dari hasil perasaan kalian. insyaallah akan membantu kalian buat merasa lebih lega. gak harus curhat atau banyak ngomong kan? ada alternatif semacam ini yg lebih bernilai visual buat kita. semoga bermanfaat dan menginspirasi kalian. selamat mencoba :)

Post a Comment

Terimakasih telah berbagi apresiasi dengan menulis komentar dalam postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Ingat, you are what you write. So, jangan spaming dengan berkomentar tanpa membaca terlebih dahulu.