Laga Terakhir

Wussh judulnya kayak perpisahan aja. Lama nih gue nggak ng-publish baru di blog. Kali ini Alhamdulillah gue ada waktu dan ada sedikit catatan kecil yang mau gue tambah ke blog ini. Ada beberapa cerita sekaligus berita yang baru aja terjadi dan pengen gue share ke kalian semua.

Ini mengenai laga terakhir di usia gue 18 tahun ini, ya, sebenernya beberapa hari lagi udah nambah umur.

Gue pengen cerita soal pertandingan basket di wilayah Kulon Progo yang baru aja diselenggarakan seminggu yg lalu. Mewakili kecamatan gue, Kokap, gue ikut cabang olahraga basket. Tahun ini sebenernya jatah umur yang diperbolehkan untuk usia 94 kebawah. Tapi setelah beberapa refisi akhirnya ada kecamatan tertentu yang boleh menambah atlit 93 dengan kuota 2 orang saja. Nah, dari situlah gue sama temen gue yang kebetulan juga lahir tahun 93 bisa ikut. Kebetulan juga, kami tahun ini masih usia 18 tahun, soalnya kami lahir di bulan-bulan akhir tahun.

FYI, kompetisi ini diikuti oleh sekitar 8-9 kecamatan. Singkat cerita, kami berhasil lolos semifinal meski akhirnya harus tumbang atas tuan rumah, kecamatan Wates. Setelah sebelumnya kami berhasil menang telak atas kecamatan Panjatan. Hasilnya, kami harus berebut tempat ketiga dengan kecamatan Galur yang notabennya juga kandas, ditumbangkan oleh kecamatan Temon pada pertandingan sebelumnya.

Pertandingan yang berawal cukup mulus, mulai ketat pada kuarter 3 setelah score sempat sama37-37. Kami kembali menjauh di awal kuarter 4. Namun, tetap saja  3 menit sebelum usai score pun kembali sama. Ditambah saat itu gue mulai kram dan harus keluar lapangan. Pemain center kami yang tidak datang sejak awal karena tabrakan jadwal cabang olahraga lain, untung datang ikut bertanding setelah absen 3 kuater.

Sempat kacau pikiran gue saat itu. Saat di mana kaki terbelit sakit dan score sama. Tapi untunglah keberuntungan berpihak pada kami. Score yang sebelumnya sama ketat 41-41 kembali unggul oleh kami dan berakhir kemenangan 44-47. Alhamdulillah!

Tak bisa dipungkiri bahwa hati ini terlampau senang saat itu. Setelah 2 taun lalu gagal mendapat tempat ketiga dan hanya duduk di peringkat keempat saja, tahun ini medali pun berhasil diraih. Meski hanya perunggu, tapi itu buat gue sebagai menejer tim sekaligus pemain, merupakan suatu kebanggaan dan suatu grafik perkembangan yang cukup baik. Padahal pada awalnya kami udah sempet minder karena takut nggak ada pemain dari kontingen kami. Tapi justru kenyataan berbeda. Banyak atlit baru yang cukup mumpuni yang bisa diandalkan.

Yap, ini mungkin momen terakhir gue sebagai pemain, dengan torehan 33 poin dari total 3 pertandingan. Ini sebuah kepuasan tersendiri di mana gue merasa stagnan pada sebelumnya saat gue masih bermain sebagai status pemain sekolah. Tapi kali ini gue bisa membuktikannya dengan sangat baik. "Coba, coba, dan teruslah mencoba!" itu kata yg selalu gue ingat dari pelatih gue yg membuat gue bisa sejauh ini, tapi tentu ini belumlah maksimal. Karena gue harus terus berkembang meski pelan tapi pasti.

Thank you co merari, juga teman-temen yg setia membully dan mensuport gue selama ini. Sebagai penutup, ini ada beberapa fotonya, cekidot!

semifinal kokap vs wates

ini pas penyerahan medali terus foto bareng bapak wakil koni kalo gak salah, lupa deh :p
ini kesepuluh pemain inti sama bapak pendamping :D
gue sama pemain yg masih Smp hhe





Gue sama Coach Merari

Nah, paling bawah ini fotonya Coach Merari Puay, orang yang udah ngajarin gue basket dari nol sampe sekarang. Itu di atas juga beberapa foto terakhir yang berhasil diabadikan. Nggak banyak sih, tapi paling gak ini bisa jadi sedikit catatan kelak kalau gue udah tua, pas gue liat dan baca ini semua pasti ada hal nostalgia yang bisa sedikit menyenangkan hati.

Segini dulu, ya, yang bisa gue share. Lain kali lagi dehh... Ciao!

Post a Comment

Terimakasih telah berbagi apresiasi dengan menulis komentar dalam postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Ingat, you are what you write. So, jangan spaming dengan berkomentar tanpa membaca terlebih dahulu.